
Karanganyar (Humas) — Penerapan lima budaya kerja Kementerian Agama menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pelayanan yang berkualitas dan membahagiakan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Ihsan Muhadi, saat memberikan arahan pada apel pagi pegawai, Senin (8/6/2026).
Dalam amanatnya, Ihsan mengingatkan seluruh jajaran untuk terus mengimplementasikan lima budaya kerja Kementerian Agama, yaitu integritas, profesionalisme, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Menurutnya, penerapan budaya kerja tersebut tidak hanya bertujuan mendukung pencapaian kinerja organisasi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter aparatur yang lebih baik.
“Lima budaya kerja yang dilaksanakan tidak hanya untuk kepentingan kantor saja, tetapi juga menjadi penyempurna karakter kita,” ujarnya.
Ihsan menjelaskan, aparatur yang memiliki integritas, profesional, inovatif, bertanggung jawab, dan mampu menjadi teladan akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat berupa pelayanan yang cepat, ramah, dan terpercaya. Dengan demikian, kehadiran Kementerian Agama dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ukuran kebermanfaatan seseorang dapat dilihat dari sejauh mana kehadirannya dirindukan dan dinantikan oleh orang lain. Karena itu, seluruh pegawai diharapkan mampu menciptakan suasana pelayanan yang menyenangkan bagi masyarakat yang datang ke kantor.
“Di mana pun keberadaan kita dinantikan orang lain, maka bekerjalah dengan senyuman dan buat siapa pun yang hadir di kantor merasa bahagia,” pesannya.
Melalui penguatan budaya kerja tersebut, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang prima, humanis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (Umi/Ida)

