
Karanganyar (Humas) — MTsN 4 Karanganyar menggelar Wisuda Tahfidz Al-Qur’an bagi 51 siswa pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi bentuk apresiasi atas capaian para siswa dalam menghafal Al-Qur’an sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas hafalan dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar yang memberikan sambutan dan motivasi kepada para wisudawan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa menjadi penghafal Al-Qur’an bukanlah proses yang mudah, melainkan membutuhkan kesabaran, ketekunan, serta semangat yang kuat.
“Menjadi penghafal Al-Qur’an membutuhkan kepenuhan jiwa dan semangat. Oleh karena itu, saya mengapresiasi MTsN 4 Karanganyar yang telah berhasil menjalankan program tahfidz ini dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa wisuda tahfidz bukanlah akhir dari proses belajar Al-Qur’an, melainkan sebuah penghargaan atas tahapan awal yang telah berhasil dilalui para siswa. Menurutnya, masih terdapat tahapan-tahapan berikutnya yang harus terus dijalani dalam menjaga dan meningkatkan hafalan.

“Wisuda ini bukan akhir dari perjalanan. Ini adalah bentuk penghargaan atas tahapan pertama yang telah dicapai. Ke depan masih ada proses yang harus dilanjutkan agar hafalan semakin kuat dan berkualitas,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kemenag juga berpesan kepada seluruh wisudawan agar senantiasa menjaga hafalan Al-Qur’an yang telah diraih dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang dapat mengurangi semangat dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.
“Saya berharap anak-anak terus menjaga hafalan Al-Qur’annya. Jangan sampai lalai karena terpengaruh lingkungan yang kurang baik. Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang senantiasa menemani dalam setiap langkah,” harapnya.
Melalui kegiatan wisuda tahfidz ini, MTsN 4 Karanganyar menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter religius serta kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur’an. Diharapkan para wisudawan dapat terus mengembangkan hafalannya dan menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. (Umi/Ida )
