
Karanganyar – Penyuluh Agama Buddha, Erlita Indirama, mengajak remaja Buddhis untuk mengamalkan nilai-nilai bakti kepada orang tua sebagai fondasi dalam membangun keluarga yang harmonis. Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan pembinaan remaja Buddhis di SMP Negeri 2 Jatipuro, Jumat (24/7/2026)
Dalam kesempatan tersebut, Erlita menguraikan ajaran Buddha mengenai hubungan timbal balik antara anak dan orang tua sebagaimana tercantum dalam Sigalovada Sutta. Ia menjelaskan bahwa keharmonisan keluarga dapat terwujud apabila setiap anggota keluarga memahami dan melaksanakan kewajiban masing-masing.
Menurut Erlita, seorang anak memiliki lima kewajiban kepada orang tua, yaitu merawat dan menopang orang tua, terutama ketika memasuki usia lanjut, membantu pekerjaan dan tanggung jawab orang tua, menjaga nama baik serta tradisi keluarga, memelihara dan menggunakan harta warisan secara bijaksana, serta melakukan kebajikan atau berdana atas nama orang tua yang telah meninggal sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan bakti.
Sebaliknya, orang tua juga memiliki lima kewajiban kepada anak, yakni membimbing agar terhindar dari perbuatan buruk, mendorong anak untuk senantiasa berbuat baik, membekali anak dengan keterampilan yang berguna, mencarikan pasangan hidup yang sesuai pada waktunya, serta menyerahkan warisan ketika telah tiba saat yang tepat.

“Hubungan timbal balik ini merupakan salah satu ajaran praktis dalam Sigalovada Sutta yang mengajarkan pentingnya saling menjalankan kewajiban demi terciptanya kehidupan keluarga yang harmonis,” ujar Erlita.
Melalui pembinaan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memahami ajaran Buddha secara teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Dhamma dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun sikap hormat, tanggung jawab, dan kasih sayang di lingkungan keluarga.
“Semoga anak-anak menjadi generasi yang taat beragama, berbakti kepada orang tua, serta mampu menjalankan kehidupan sehari-hari berdasarkan nilai-nilai agama,” harapnya. (Umi/Ida )
