Karanganyar — Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) memiliki peran strategis dalam membangun generasi Qur’ani sekaligus menjadi bagian penting dalam upaya pembebasan buta huruf Al-Qur’an di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Ihsan Muhadi, saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) BADKO LPQ Kabupaten Karanganyar, Selasa (22/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ihsan Muhadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh guru TPQ yang selama ini telah berjuang memberikan pendidikan Al-Qur’an kepada anak-anak. “Terima kasih kepada seluruh guru-guru TPQ yang sudah berjuang dalam pembebasan buta huruf Al-Qur’an,” tuturnya.
Menurutnya, perjuangan guru TPQ bukan sekadar mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar menyiapkan generasi yang memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an sejak usia dini.

Di hadapan para peserta Rakor, Ihsan Muhadi menyampaikan dua pesan utama yang perlu menjadi perhatian para guru TPQ.
Pertama, merawat niat. Ia mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat niat dalam mengajarkan Al-Qur’an. Niat yang senantiasa dijaga akan menjadi sumber kekuatan dan ketekunan bagi para guru dalam menjalankan tugasnya, sehingga tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan.
Kedua, menyiapkan masa depan anak. Apa yang dilakukan oleh para guru TPQ, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya menyiapkan masa depan anak sebagai generasi Qur’ani.
“Yang kita lakukan ini adalah dalam rangka menyiapkan masa depan anak sebagai generasi Qur’ani,” ujarnya.
Empat Pilar Membangun BADKO LPQ
Dalam arahannya, Ihsan Muhadi juga menegaskan pentingnya empat pilar dalam membangun BADKO LPQ agar organisasi memiliki arah dan visi yang jelas.
Pertama, Pilar Ruh. Pilar ini menekankan pentingnya menjaga ruh yang sama dalam memegang nilai-nilai Al-Qur’an sebagai sumber kehidupan. Kesamaan nilai tersebut diharapkan menjadi landasan dalam setiap gerak dan langkah organisasi.
Kedua, Pilar SDM. Penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam keberlangsungan BADKO LPQ. Karena itu, diperlukan upaya membangun kapasitas sekaligus memperkuat kesolidan para guru TPQ.

Ketiga, Pilar Organisasi. BADKO LPQ diharapkan terus dibangun menjadi organisasi yang kuat, tertib, dan modern, sehingga mampu menjalankan fungsi koordinasi serta pelayanan kepada lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur’an secara optimal.
Keempat, Pilar Kolaborasi. Ihsan menekankan pentingnya membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk kedinasan dan para orang tua. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu kunci keberhasilan organisasi dalam menjalankan program dan mewujudkan visi bersama.
Melalui penguatan empat pilar tersebut, BADKO LPQ Kabupaten Karanganyar diharapkan semakin solid dalam menjalankan perannya, sekaligus mampu memperkuat gerakan pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat. Rakor BADKO LPQ Kabupaten Karanganyar menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, menyatukan visi, serta meneguhkan kembali komitmen para guru TPQ dalam mencetak generasi yang dekat dengan Al-Qur’an dan memiliki fondasi keagamaan yang kuat. (Umi/Ida)
