
Karanganyar — Memasuki triwulan akhir tahun anggaran 2026, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, mendorong seluruh satuan kerja untuk mempercepat pelaksanaan program dan mengoptimalkan penyerapan anggaran. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Bimbingan Masyarakat Islam Tahun 2026, Senin (21/9/2026).
Target penyerapan sebesar 99 persen diharapkan dapat dicapai dengan tetap memastikan setiap anggaran yang digunakan memberikan manfaat nyata dan sesuai dengan tujuan program. Saiful Mujab menekankan seluruh jajaran perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program, termasuk memetakan berbagai kendala yang berpotensi menghambat kegiatan maupun penyerapan anggaran.

“Ini sudah bulan September, tolong dipercepat di masing-masing satker. Lihat apa yang menjadi masalahnya, kendalanya apa, dan bagaimana penyelesaiannya,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program tidak boleh dibiarkan hingga mendekati akhir tahun. Setiap kendala harus segera diidentifikasi, dikoordinasikan, dan dicarikan solusi bersama pihak terkait sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai target.
Dorongan percepatan tersebut sejalan dengan evaluasi capaian penyerapan anggaran tahun sebelumnya yang menunjukkan adanya peningkatan, meskipun belum signifikan. Untuk tahun anggaran 2026, Saiful Mujab meminta seluruh jajaran bekerja lebih serius dan terukur agar target penyerapan dapat dioptimalkan.
“Kita maksimalkan. Semoga penyerapan kita bisa mencapai 99 persen,” ujarnya.

Namun demikian, Saiful Mujab mengingatkan bahwa tingginya persentase penyerapan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan pengelolaan anggaran. Percepatan harus tetap dilakukan dengan memperhatikan ketepatan sasaran, kualitas pelaksanaan kegiatan, serta manfaat yang diterima masyarakat.
Karena itu, evaluasi menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program berjalan efektif. Satuan kerja diminta tidak hanya melihat berapa besar anggaran yang telah terserap, tetapi juga mencermati apakah kegiatan telah mencapai output yang ditetapkan dan memberikan dampak sebagaimana yang direncanakan.
Rakor Bimbingan Masyarakat Islam Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, 21–22 September 2026, menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan langkah dalam menghadapi akhir tahun anggaran. Melalui evaluasi, pemetaan kendala, dan percepatan tindak lanjut, diharapkan pelaksanaan program dapat berjalan optimal hingga akhir tahun.
Dengan demikian, target 99 persen penyerapan anggaran tidak berhenti pada pencapaian angka, tetapi menjadi bagian dari upaya memastikan anggaran negara dikelola secara efektif, tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Umi/Ida
