
Karanganyar (Humas) — MI Muhammadiyah Karanganyar menggelar Workshop Transformasi Pembelajaran Melalui Penguatan Kompetensi Guru dalam Kurikulum Berbasis Cinta, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.
Hadir memberikan sambutan sekaligus pembinaan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Ihsan Muhadi. Dalam arahannya, ia menyampaikan pentingnya penerapan nilai-nilai Panca Cinta sebagai fondasi dalam pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta.
Menurut Ihsan, terdapat lima nilai utama yang harus ditanamkan dalam proses pembelajaran, yaitu cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta kepada ilmu pengetahuan, cinta kepada diri sendiri dan sesama, cinta kepada lingkungan, serta cinta kepada bangsa dan negara.
“Teologi Al-Ma’un yang dicetuskan oleh KH. Ahmad Dahlan merupakan wujud nyata cinta kepada diri sendiri dan sesama. Nilai-nilai tersebut perlu terus dihidupkan dalam praktik pendidikan agar peserta didik memiliki kepedulian sosial yang kuat,” jelas Ihsan.
Lebih lanjut, Ihsan mengingatkan para guru agar senantiasa menanamkan kesadaran kepada peserta didik tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

“Di Kementerian Agama kami memiliki program Ekoteologi. Program ini merupakan ikhtiar bersama dalam menjaga alam dan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa nilai cinta kepada bangsa dan negara harus terus diperkuat melalui proses pembelajaran sebagai salah satu upaya menumbuhkan semangat nasionalisme dan rasa cinta tanah air pada generasi muda.
Melalui workshop ini, diharapkan para guru MI Muhammadiyah Karanganyar semakin siap mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik yang religius, peduli, berwawasan lingkungan, dan memiliki jiwa nasionalisme. (Umi/Ida)
