
Karanganyar (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar terus memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak di pondok pesantren. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan dan Sosialisasi Pesantren Ramah Anak yang diselenggarakan oleh Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS), Selasa (30/6/2026).
Kegiatan ini diikuti para pengasuh dan pengelola pondok pesantren sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan kekerasan, perundungan (bullying), serta penguatan pola pengasuhan yang berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Ihsan Muhadi, dalam sambutan dan arahannya menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, seluruh elemen pesantren perlu memastikan terciptanya lingkungan belajar yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang.
“Dampingi anak sebaik mungkin. Jangan sampai ada perundungan di lingkungan pondok pesantren. Diharapkan pesantren mampu memberikan asah, asih, asuh, dan sehat sehingga santri dapat tumbuh secara optimal, baik secara akademik, spiritual, maupun sosial,” ujarnya.
Menurutnya, pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan mental generasi penerus bangsa. Melalui pendidikan yang humanis dan lingkungan yang kondusif, santri diharapkan memiliki ketangguhan dalam menghadapi tantangan kehidupan yang terus berkembang.

“Di sinilah tempat membentuk karakter anak. Ketika lulus dari pondok, anak-anak diharapkan menjadi pribadi yang kuat dan memiliki daya tahan dalam menghadapi dinamika kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.
Selain penguatan aspek perlindungan anak, Kemenag Karanganyar juga mengajak seluruh pengelola pondok pesantren untuk terus meningkatkan tata kelola kelembagaan. Salah satu langkah yang ditekankan adalah melakukan pembaruan data melalui Education Management Information System (EMIS) secara berkala agar data pesantren tetap akurat dan mendukung penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar berharap seluruh pondok pesantren semakin mampu menghadirkan ekosistem pendidikan yang ramah anak, bebas dari kekerasan, serta memiliki tata kelola yang profesional. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap pesantren sebagai lembaga pendidikan karakter dan keagamaan akan semakin meningkat, sekaligus memberikan rasa aman bagi orang tua dalam menitipkan putra-putrinya untuk menuntut ilmu. (umi/ida )
