
Karanganyar – Meneguhkan integritas dalam pelayanan kepada masyarakat menjadi komitmen yang terus dipegang oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jumapolo. Komitmen tersebut ditegaskan oleh Kepala KUA Jumapolo, Muhammad Amin Fakhroni, saat memberikan arahan kepada jajarannya, Rabu (14/10/2026).
Dalam arahannya, Muhammad Amin Fakhroni menekankan pentingnya menjaga integritas melalui sikap antikorupsi dan menolak segala bentuk gratifikasi. Menurutnya, komitmen tersebut bukan sekadar kesepakatan yang disampaikan dalam forum internal, melainkan harus diwujudkan secara nyata dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
“Antikorupsi dan gratifikasi seharusnya tidak hanya berhenti dalam tataran slogan saja, namun juga harus menjadi komitmen dan kebiasaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik. Oleh karena itu, seluruh jajaran KUA Jumapolo diharapkan senantiasa menjaga profesionalitas, bekerja sesuai ketentuan, serta menghindari segala bentuk tindakan yang bertentangan dengan prinsip kejujuran dan akuntabilitas.
Selain menekankan komitmen antikorupsi dan antipungli, Muhammad Amin juga mengingatkan jajarannya agar terus memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami kepada masyarakat mengenai jenis layanan yang tersedia beserta prosedur yang harus dipenuhi.
Penyampaian informasi yang transparan dinilai penting untuk membantu masyarakat memahami alur pelayanan, melengkapi persyaratan dengan benar, serta meminimalkan kesalahan prosedur. Dengan demikian, proses pelayanan dapat berjalan lebih tertib, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui penguatan integritas dan keterbukaan informasi tersebut, KUA Jumapolo berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Komitmen ini diharapkan tidak hanya menjadi prinsip kerja bagi seluruh pegawai, tetapi juga tercermin dalam setiap bentuk pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. (Umi/Ida )
