
Karanganyar (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Ihsan Muhadi, hadir sebagai pemateri dalam kegiatan Sekolah Manajemen Masjid Angkatan IX yang diselenggarakan di Masjid Islamic Center Karanganyar, Selasa (23/6/2026).
Dalam paparannya, Ihsan Muhadi menegaskan bahwa manajemen masjid memiliki peran strategis dalam mewujudkan masjid yang makmur, nyaman, dan menjadi pusat pembinaan umat. Menurutnya, pengelolaan masjid yang baik akan mendorong masyarakat untuk merasa betah beraktivitas di masjid, tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk kegiatan pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa manajemen masjid juga penting untuk memastikan materi khutbah dan kajian yang disampaikan bersifat menyejukkan, inklusif, serta memberikan nilai edukatif bagi jamaah. Selain itu, pengelolaan yang profesional akan mendukung optimalisasi dana umat sehingga dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Di era digital saat ini, masjid juga perlu melakukan modernisasi pelayanan melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi agar pelayanan kepada jamaah semakin efektif, transparan, dan mudah diakses,” ujar Ihsan.
Lebih lanjut, Ihsan Muhadi memaparkan tiga pilar utama dalam manajemen masjid yang harus menjadi perhatian para pengurus.
Pilar pertama adalah Idaroh (administrasi) yang berfokus pada pengorganisasian kepengurusan, penyusunan program kerja, transparansi dan akuntabilitas keuangan, serta pengelolaan badan hukum masjid.

Pilar kedua adalah Imaroh (aktivitas atau memakmurkan masjid) yang mencakup penyelenggaraan ibadah, majelis taklim, pembinaan remaja masjid, peringatan hari-hari besar Islam, hingga pengelolaan Baitul Maal sebagai sarana pemberdayaan umat.
Sementara itu, pilar ketiga adalah Riayah (fasilitas dan pemeliharaan) yang berfokus pada upaya menjaga kebersihan, keindahan, dan kenyamanan masjid. Selain itu, aspek ini juga meliputi penataan arsitektur, pengembangan lingkungan hijau, serta penyediaan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas dan anak-anak.
Melalui kegiatan Sekolah Manajemen Masjid Angkatan IX ini, diharapkan para pengurus masjid dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensinya dalam mengelola masjid secara profesional, sehingga masjid mampu menjadi pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat luas bagi umat. (umi/ida)
