
Karanganyar — Dalam upaya memperkuat kompetensi pendidik dalam menerapkan pembelajaran yang tidak hanya mengasah nalar, tetapi juga menumbuhkan karakter cinta dan kepedulian, MTsN 5 Karanganyar menyelenggarakan Workshop Desain Integrasi Pendekatan Pembelajaran Mendalam pada Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 25–26 Juni 2026, dan diikuti oleh seluruh guru MTsN 5 Karanganyar.
Kepala MTsN 5 Karanganyar, Sukidi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran guru sebagai fasilitator yang mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang dilandasi nilai-nilai cinta dan kemanusiaan.
“Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan kita mendidik dengan hati. Anak cerdas tanpa cinta akan kosong, anak cinta tanpa ilmu akan rapuh. Workshop ini adalah langkah kita untuk menyatukan keduanya,” ujar Sukidi.
Sementara itu, Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Samin, mengapresiasi komitmen MTsN 5 Karanganyar yang terus berinovasi dalam pengembangan pembelajaran. Ia berharap hasil workshop dapat diimplementasikan secara nyata dalam proses pembelajaran di kelas.

“Kami berharap hasil workshop ini bisa diimplementasikan di kelas, sehingga madrasah mampu melahirkan lulusan yang berilmu, berakhlak, serta memiliki rasa cinta kepada sesama dan lingkungan,” kata Samin.
Narasumber utama dalam kegiatan tersebut adlaah, Dr. Junaidi, M.Pd. dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang. Ia memberikan pemaparan mengenai desain pembelajaran mendalam yang terintegrasi dengan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta. Dalam sesi workshop, para peserta tidak hanya menerima materi konseptual, tetapi juga diajak untuk praktik langsung menyusun perangkat pembelajaran, mulai dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), hingga instrumen asesmen yang berpusat pada siswa dan berlandaskan nilai empati, kasih sayang, serta tanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, MTsN 5 Karanganyar berharap para guru semakin siap menghadirkan pembelajaran yang mendalam, bermakna, dan mampu membentuk generasi yang unggul secara akademik sekaligus berkarakter mulia. Workshop ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam mewujudkan pendidikan yang humanis, relevan dengan perkembangan zaman, dan tetap berakar pada nilai-nilai keagamaan. (Umi/Ida)
