
Karanganyar — Kegiatan Madrasah Ibtidaiyah Scout Challenge (MISC) III tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang pengembangan keterampilan dan karakter peserta didik madrasah, tetapi juga diisi dengan aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon, Selasa (6/10/2026)
Kegiatan penanaman pohon dilaksanakan pada Selasa (6/10/2026) di sekitar kawasan Bumi Perkemahan Cakra Pahlawasri, Delingan, Karanganyar. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karanganyar bersama Pemerintah Kabupaten Karanganyar yang diwakili oleh Sekretaris Daerah.
Penanaman pohon menjadi bagian dari rangkaian kegiatan MISC III sekaligus sebagai bentuk edukasi kepada para peserta untuk menumbuhkan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan sejak dini. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak untuk tidak hanya memiliki keterampilan kepramukaan, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan di sekitarnya.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Karanganyar, Ihsan Muhadi menyampaikan bahwa kegiatan kepramukaan di madrasah memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Menurutnya, nilai-nilai kedisiplinan, gotong royong, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan melalui kegiatan yang dilakukan secara langsung di lapangan.
“Penanaman pohon ini merupakan bagian penting dari pendidikan karakter. Anak-anak tidak hanya belajar tentang kepramukaan, tetapi juga diajak untuk memahami pentingnya menjaga dan merawat lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, kehadiran Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam kegiatan tersebut menjadi wujud dukungan dan sinergi antara Kementerian Agama dengan pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan pendidikan madrasah, khususnya dalam membangun generasi yang berkarakter, peduli lingkungan, dan memiliki semangat kebersamaan.
Kegiatan penanaman pohon berlangsung dengan penuh semangat. Para peserta MISC III turut terlibat secara langsung dalam proses penanaman sebagai pengalaman edukatif yang diharapkan dapat membekas dan menumbuhkan kebiasaan mencintai lingkungan.
Dengan mengusung semangat kepramukaan dan kepedulian lingkungan, MISC III diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan perlombaan dan perkemahan, tetapi juga menjadi sarana membentuk generasi madrasah yang tangguh, mandiri, berkarakter, serta peduli terhadap kelestarian alam. (Umi/Ida)
