Karanganyar (Humas) —Pembinaan dan halal bihalal guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SMA, SMK, dan SMP se-Kabupaten Karanganyar digelar pada Rabu (15/4). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran guru PAI dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di sekolah.
Dalam sambutan dan arahannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Hidayat Maskur, menekankan pentingnya perhatian serius terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik. Ia mengingatkan bahwa ketidakmampuan membaca Al-Qur’an dapat menjadi persoalan serius di masa depan.
“Jika peserta didik tidak bisa membaca Al-Qur’an, maka ini akan menjadi masalah tersendiri di masa depan nanti,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis), Makhalis Khoirul Anwar. Dalam sambutannya, ia meminta para guru PAI untuk lebih memfokuskan pembelajaran pada kemampuan dasar membaca Al-Qur’an.
“Guru PAI adalah barometer di sekolah. Baik tidaknya anak, salah satunya bergantung pada guru PAI,” jelasnya.

Lebih lanjut, Makhalis menambahkan bahwa seorang guru tidak hanya dituntut memiliki kemampuan intelektual yang baik, tetapi juga kecerdasan emosional. Hal ini dinilai penting agar guru mampu membimbing peserta didik secara menyeluruh, baik dari sisi akademik maupun karakter.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan komitmen para guru PAI dalam menjalankan peran strategisnya di dunia pendidikan, khususnya dalam membentuk generasi yang mampu membaca dan memahami Al-Qur’an dengan baik. (Umi/Ida)
