
Karanganyar – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Ihsan Muhadi, menyampaikan tiga pilar utama dalam menciptakan keharmonisan dan kebahagiaan dalam hubungan keluarga, yakni Ngayomi, Ngayemi, dan Ngayahi. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan bimbingan pernikahan yang diselenggarakan KUA Kecamatan Jatiyoso, Kamis (10/9/2026). Menurutnya, ketiga prinsip tersebut penting dipahami dan diterapkan oleh setiap anggota keluarga, khususnya kepala keluarga dan orang tua, sebagai fondasi dalam membangun rumah tangga yang kokoh.
Ihsan menjelaskan, Ngayomi merupakan peran memberikan rasa aman dan perlindungan kepada seluruh anggota keluarga, baik secara fisik, finansial maupun emosional. Perlindungan tersebut diwujudkan antara lain dengan memastikan keluarga memiliki tempat tinggal yang aman, kebutuhan sandang dan pangan yang cukup, serta nafkah yang diperoleh secara halal. Selain itu, keluarga juga perlu menjadi benteng bagi anggotanya dalam menghadapi berbagai tekanan dan tantangan dari luar.
Pilar kedua adalah Ngayemi, yakni kemampuan keluarga menciptakan suasana psikologis yang damai dan menenangkan di dalam rumah. Rumah, kata Ihsan, bukan sekadar tempat berteduh dari hujan, tetapi juga tempat beristirahatnya jiwa. Karena itu, setiap anggota keluarga perlu membangun suasana yang hangat, penuh perhatian, dan saling menghargai sehingga muncul rasa nyaman dan kerinduan untuk selalu kembali ke rumah.

Sementara Ngayahi dimaknai sebagai kesediaan setiap anggota keluarga menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran. Setiap anggota keluarga diharapkan mampu bergerak dan berkontribusi tanpa harus terus-menerus diperintah. Menurut Ihsan, pembagian peran dan tanggung jawab yang dijalankan dengan kesadaran akan membuat roda kehidupan rumah tangga berjalan dengan baik serta mendorong tumbuhnya sikap saling membantu dan melengkapi.
Ihsan menegaskan, ketiga prinsip tersebut idealnya berjalan secara seimbang dalam kehidupan keluarga. “Tanpa Ngayomi, keluarga akan merasa terancam dan rapuh. Tanpa Ngayemi, rumah akan terasa panas, penuh pertengkaran dan stres. Tanpa Ngayahi, roda rumah tangga tidak akan berjalan karena tidak ada tindakan nyata dan tanggung jawab,” tuturnya. Ia berharap pesan tersebut dapat menjadi bekal bagi para calon pengantin dalam membangun keluarga yang sakinah, harmonis, saling melindungi, menenangkan, serta bertanggung jawab. (Umi/Ida )
