
Karanganyar (Humas) – Upaya mewujudkan madrasah yang berbudaya lingkungan terus diperkuat melalui kegiatan Pelatihan Manajemen Madrasah Berbasis Ekoteologi yang diselenggarakan, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama MAN 2 Karanganyar dengan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UIN Raden Mas Said Surakarta.
Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengelola madrasah dalam mengintegrasikan nilai-nilai ekoteologi ke dalam tata kelola madrasah dan proses pembelajaran. Melalui kegiatan ini, madrasah diharapkan mampu menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang tidak hanya terlihat dari kondisi fisik lingkungan sekolah, tetapi juga tercermin dalam karakter, kebiasaan, dan perilaku seluruh warga madrasah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Ihsan Muhadi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam program dan kurikulum yang telah berjalan di madrasah. Menurutnya, upaya tersebut akan lebih efektif apabila dilaksanakan secara konsisten dan menjadi bagian dari budaya madrasah.
“Kurikulum lingkungan mari kita sisipkan dengan program-program yang sudah ada, sehingga budaya hijau dan peduli lingkungan ini bisa dijalankan secara konsisten,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak sebatas menanam pohon, merawat tanaman, atau memperindah taman. Lebih dari itu, pendidikan lingkungan harus mampu membentuk karakter peserta didik agar memiliki kesadaran, tanggung jawab, dan kebiasaan menjaga kelestarian alam dalam kehidupan sehari-hari.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala MAN 2 Karanganyar, Muawanatul Badriyah, menyampaikan bahwa program Adiwiyata memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan. Keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari keindahan dan kerindangan lingkungan madrasah, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran untuk merawat dan menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
“Adiwiyata tidak hanya tentang taman yang bagus dan tanaman yang rindang, tetapi lebih dari itu adalah membentuk budaya merawat lingkungan,” jelasnya.
Melalui pelatihan manajemen madrasah berbasis ekoteologi ini, diharapkan nilai-nilai kepedulian terhadap alam dapat terintegrasi dengan pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan pengamalan nilai-nilai agama.
Kegiatan ini sekaligus menjadi penguatan bagi siswa dalam mengembangkan budaya madrasah yang hijau, bersih, sehat, dan berkelanjutan. Sinergi antara kebijakan madrasah, proses pembelajaran, serta keteladanan seluruh warga madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berwawasan ekologis, dan memiliki kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan.
Melalui penguatan manajemen berbasis ekoteologi, madrasah diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang pembiasaan nilai-nilai kebaikan yang membentuk generasi beriman, berakhlak mulia, serta bertanggung jawab dalam menjaga bumi sebagai amanah bersama.
