
Karanganyar (Humas) — Pekan Olahraga Remaja Madrasah Aliyah se-Karesidenan Surakarta (PORMA) Tahun 2026 menjadi wadah strategis bagi peserta didik madrasah untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga sekaligus membangun karakter positif. Kegiatan yang digelar pada Sabtu (26/9/2026) tersebut diikuti oleh 33 madrasah aliyah negeri dan swasta se-Karesidenan Surakarta. Mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Menjunjung Sportivitas dan Meraih Prestasi untuk Mewujudkan Madrasah Maju, Bermutu dan Mendunia”, PORMA tidak hanya diarahkan untuk mencari bibit-bibit atlet madrasah, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kesehatan fisik, kepercayaan diri, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama.
Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Amin Handoyo mengatakan bahwa peserta didik madrasah memiliki potensi yang luas. Keunggulan siswa madrasah tidak hanya ditunjukkan melalui kemampuan sains dan pengetahuan, tetapi juga melalui prestasi di bidang olahraga.

“Unggul itu tidak hanya sains, tapi juga unggul dalam olahraga,” jelasnya.
Menurutnya, pengembangan prestasi tersebut perlu berjalan seimbang dengan pembentukan karakter. Kemampuan akademik dan olahraga akan semakin bermakna apabila disertai dengan kepedulian terhadap sesama.
Ia menekankan pentingnya membentuk generasi yang memiliki hati yang lembut dan empati kepada orang lain. Dengan demikian, prestasi yang diraih peserta didik tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi maupun madrasah, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan generasi yang sehat secara fisik dan baik secara sosial.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Karanganyar, Sumiran, dalam laporan kegiatannya menyampaikan bahwa PORMA diselenggarakan salah satunya untuk menjaring potensi olahraga peserta didik.
Melalui ajang ini, siswa memperoleh kesempatan untuk mengukur kemampuan, mendapatkan pengalaman berkompetisi, serta belajar menerima kemenangan maupun kekalahan secara sportif. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membangun mental kompetitif yang sehat.
Bagi madrasah, PORMA juga memberikan manfaat sebagai sarana pemetaan dan pengembangan bakat olahraga peserta didik. Siswa yang memiliki potensi dapat memperoleh perhatian dan pembinaan lebih lanjut sehingga prestasinya dapat dikembangkan pada tingkat yang lebih tinggi.
Keterlibatan 33 madrasah negeri dan swasta se-Karesidenan Surakarta sekaligus memperluas ruang silaturahmi dan kolaborasi antarmadrasah. Interaksi antarpeserta, guru, dan pendamping menjadi kesempatan untuk membangun jejaring serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam memajukan pendidikan madrasah.
PORMA 2026 dengan demikian tidak sekadar menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan madrasah yang utuh. Peserta didik didorong untuk memiliki tubuh yang sehat, semangat berprestasi, menjunjung sportivitas, serta memiliki karakter dan empati.
Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita mewujudkan madrasah yang maju, bermutu, dan mampu melahirkan generasi yang berprestasi di berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik. (Umi/Ida)

