Karanganyar — Seksi Pendidikan Agama Dan Keagamaan Islam, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karanganyar menggelar rapat koordinasi, validasi, dan evaluasi data pesantren Provinsi Jawa Tengah tahun 2025 pada Rabu (25/11) di Ngargoyoso. Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari penyuluh agama Islam se-Kabupaten Karanganyar serta para pengurus pondok pesantren.
Kepala Kantor Kemenag Karanganyar, Hidayat Maskur, dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan pesantren guna mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing. Ia menegaskan bahwa pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang lahir sebelum berdirinya Negara Indonesia, namun kontribusinya belum sepenuhnya tampak optimal di era modern.
“Ponpes berdiri tidak hanya membutuhkan dana atau tempat saja, namun juga kualitas pengajar untuk menghasilkan santri-santri yang berkualitas,” ujarnya.

Hidayat Maskur juga menyoroti pentingnya pengisian data EMIS sebagai bagian vital dalam penyelenggaraan pendidikan di pesantren. Menurutnya, data EMIS yang lengkap dan rutin diperbarui akan membantu pemerintah mengetahui kondisi riil pesantren, mulai dari jumlah murid, pendidik, hingga kelayakan bangunan.
“Dari data Emis itulah kita mengetahui bagaimana kondisi pondok pesantren itu sendiri,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa pembaruan data yang konsisten akan mempermudah pendeteksian pesantren yang membutuhkan bantuan, baik dalam hal sarana prasarana maupun peningkatan mutu pendidikan.
Menutup arahannya, Hidayat menekankan komitmen Kemenag dalam mewujudkan pendidikan yang ramah bagi seluruh warga pesantren. “Slogan pendidikan di Kemenag salah satunya adalah ramah; ramah dari bullying, kekerasan fisik maupun seksual, dan ramah dari lingkungan belajar yang tidak nyaman. Hal ini sangat berkaitan dengan kelayakan bangunan,” tegasnya. (umi/ida)
