
Karanganyar – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatipuro melalui Penyuluh Agama Islam, Syafiul Rofik, berperan aktif dalam mendukung pembinaan karakter generasi muda melalui kegiatan sosialisasi dampak negatif kecanduan game online di SMK Penda 3 Jatipuro, Rabu (15/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026.
Kehadiran Penyuluh Agama KUA Jatipuro sebagai narasumber menjadi wujud sinergi antara Kementerian Agama dan lembaga pendidikan dalam memberikan penguatan karakter kepada peserta didik sejak awal memasuki lingkungan sekolah. Melalui pembinaan ini, KUA berupaya menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta pemanfaatan teknologi secara bijaksana.
Dalam paparannya, Syafiul Rofik menjelaskan bahwa game online pada dasarnya merupakan sarana hiburan yang dapat memberikan manfaat apabila digunakan secara proporsional. Namun, apabila dimainkan secara berlebihan hingga menimbulkan kecanduan, game online dapat berdampak negatif terhadap prestasi belajar, kesehatan fisik dan mental, kehidupan sosial, serta kedisiplinan peserta didik.
Ia mengajak para siswa untuk memiliki kemampuan mengendalikan diri, mengatur waktu dengan baik, serta menempatkan kewajiban sebagai pelajar di atas aktivitas bermain game. Selain itu, peserta didik juga diingatkan agar tetap menjaga ibadah, mempererat komunikasi dengan keluarga, memperbanyak kegiatan positif, dan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.

“Sebagai generasi muda, kalian harus menjadi pribadi yang cerdas dalam memanfaatkan teknologi. Jangan sampai game online menguasai hidup kalian hingga melalaikan belajar, ibadah, dan tanggung jawab kepada orang tua,” pesan Syafiul Rofik di hadapan peserta MPLS.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para peserta mengikuti materi dengan penuh perhatian dan aktif berdiskusi mengenai langkah-langkah mencegah kecanduan game online serta membangun kebiasaan digital yang sehat di era teknologi.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, KUA Kecamatan Jatipuro menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan pembinaan dan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, melalui berbagai program penyuluhan keagamaan. Sinergi antara KUA dan satuan pendidikan diharapkan mampu membentuk peserta didik yang berkarakter, berakhlak mulia, berprestasi, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab demi mewujudkan generasi yang unggul. (Umi/Ida )
