
Karanganyar (Humas) – Kemah Santri dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026 resmi dibuka, Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Oktober 2026 ini, diikuti oleh santri dari 24 pondok pesantren di Kabupaten Karanganyar.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memberikan manfaat nyata bagi pengembangan karakter santri, tidak hanya dalam penguasaan ilmu agama, tetapi juga dalam pembentukan akhlak, penguatan mental, serta penanaman nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Ihsan Muhadi, dalam sambutannya mengingatkan para santri agar senantiasa memiliki semangat belajar dan menjunjung tinggi akhlak mulia. Menurutnya, keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual, tetapi juga dari ketulusan hati, perilaku terpuji, dan kontribusinya bagi masyarakat.

“Jangan hanya menjadi santri yang pintar di akal, tetapi harus menjadi santri berhati ikhlas, berakhlak terpuji, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Melalui kegiatan kemah ini, para santri diharapkan memperoleh pengalaman berharga dalam melatih kemandirian, kedisiplinan, ketangguhan, serta kesabaran. Berbagai aktivitas bersama juga menjadi sarana pembelajaran untuk membangun kerja sama, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab.
Selain itu, Kemah Santri menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antarpesantren di Kabupaten Karanganyar. Pertemuan santri dari berbagai pondok pesantren membuka ruang untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, serta menumbuhkan semangat persaudaraan dan kebersamaan dalam menuntut ilmu.

Semangat yang dibangun melalui kegiatan ini diharapkan tidak berhenti setelah kemah berakhir. Para santri diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai positif yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pesantren, keluarga, maupun masyarakat luas.
Dengan demikian, peringatan Hari Santri Nasional melalui Kemah Santri tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi wahana pembinaan generasi muda Islam yang berilmu, berakhlak mulia, bermental tangguh, dan siap memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara. (Umi/Ida )
