
Karanganyar (Humas) — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimaknai secara berbeda oleh Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Karanganyar. Tidak sekadar menjadi momentum seremonial, peringatan kemerdekaan diwujudkan melalui kegiatan bersih-bersih rumah ibadah yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kegiatan yang digelar Kamis (27/8/2026) tersebut salah satunya dilaksanakan di Masjid Ibadurrahman, Melikan, Banjarharjo, Kecamatan Kebakkramat. Kehadiran para penyuluh agama melalui kegiatan sosial tersebut membantu menciptakan lingkungan rumah ibadah yang lebih bersih, nyaman, dan sehat bagi masyarakat yang menggunakannya untuk beribadah.
Lebih dari sekadar menjaga kebersihan, kegiatan ini juga menjadi sarana menumbuhkan kepedulian terhadap fasilitas umum dan rumah ibadah di lingkungan masyarakat. Semangat gotong royong yang dibangun diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan secara berkelanjutan.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam, Ruslan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat toleransi di tengah masyarakat. Menurutnya, toleransi tidak hanya berkaitan dengan kehidupan beragama, tetapi juga mencakup toleransi sosial dan budaya.

“Kita berkewajiban untuk saling menghormati dan menghargai dalam melaksanakan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing,” jelasnya.
Ruslan menegaskan bahwa perbedaan dalam kehidupan sosial bukanlah sebuah persoalan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan bermasyarakat yang rukun dan harmonis.
“Sedangkan dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat hendaknya tidak membedakan satu sama lain,” lanjutnya.
Melalui kegiatan bersih-bersih rumah ibadah, masyarakat mendapatkan manfaat berupa lingkungan ibadah yang lebih nyaman sekaligus memperoleh ruang untuk memperkuat hubungan sosial. Interaksi dan gotong royong yang terbangun antara penyuluh agama dan masyarakat juga menjadi contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi jembatan untuk mempererat persaudaraan.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui aksi sederhana yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan menjaga rumah ibadah, membangun kepedulian, dan memperkuat toleransi, nilai persatuan dapat terus hidup dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. (Umi/ida)
