
Karanganyar – Final Liga Laga Amal 2026 yang diselenggarakan oleh Relawan Jaga Baya Bhima bekerja sama dengan Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Karanganyar berlangsung sukses pada Minggu (2/8/2026). Kegiatan yang telah berlangsung sejak 18 Juli hingga 2 Agustus 2026 tersebut menjadi penutup rangkaian kompetisi sepak bola amal yang diikuti oleh 16 tim dari berbagai wilayah di Kabupaten Karanganyar.
Ketua Penyelenggara yang mewakili Relawan Jaga Baya Bhima, Thukul Triatmo, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan Liga Laga Amal 2026.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para sponsor, penonton, seluruh tim sepak bola, serta para sesepuh umat Hindu yang telah memberikan dukungan dan restu sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan,” ujar Thukul.
Ia berharap Liga Laga Amal dapat menjadi agenda tahunan yang terus berlanjut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter generasi muda Hindu melalui nilai-nilai sportivitas, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
Salah satu capaian penting dari penyelenggaraan Liga Laga Amal 2026 adalah berhasil diwujudkannya Mobil Pelayanan Umat melalui hasil penggalangan dana selama kegiatan berlangsung. Mobil tersebut direncanakan segera memasuki tahap peluncuran (launching) dan akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan pelayanan, termasuk bakti sosial dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.

Pelaksanaan Liga Laga Amal 2026 menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi media yang efektif untuk mempererat persaudaraan sekaligus menggerakkan aksi sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat kompetisi di lapangan dipadukan dengan kepedulian terhadap sesama berhasil melahirkan program pelayanan yang bermanfaat bagi umat.
Kolaborasi antara Relawan Jaga Baya Bhima dan Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Karanganyar juga menunjukkan bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai pendekatan yang kreatif, inklusif, serta melibatkan berbagai unsur masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan menjadi inspirasi dalam membangun semangat gotong royong dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Melalui keberhasilan penyelenggaraan Liga Laga Amal 2026, diharapkan lahir gerakan pelayanan yang berkelanjutan serta memberikan energi baru bagi umat Hindu untuk terus berkarya, mengabdi, dan menjalankan Swadharmaning Urip melalui pelayanan kepada sesama. (Umi/Ida )
