
Karanganyar (Humas) — Suasana halal bihalal yang digelar oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Karanganyar tahun ini terasa lebih bermakna. Kegiatan yang berlangsung pasca perayaan Idul Fitri tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga diisi dengan pembinaan yang mengintegrasikan nilai-nilai birokrasi dan keagamaan.
Pembinaan disampaikan oleh Kasubbag TU Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Muhamad Rusdiyanto, di hadapan seluruh pegawai KUA se-Kabupaten Karanganyar. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjadikan momentum Ramadan sebagai titik awal perubahan perilaku ASN yang lebih baik.
“ASN Kementerian Agama harus menjadi teladan dalam kejujuran, amanah, dan akhlak. Kita harus menjauhi praktik korupsi, gratifikasi, serta penyalahgunaan jabatan,” tegasnya, Kamis (26/3/2026)
Selain itu, penguatan implementasi moderasi beragama juga menjadi fokus utama. ASN diharapkan mampu menjaga kerukunan antarumat beragama serta menghindari sikap intoleran.
Dalam aspek profesionalisme, Rusdiyanto mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan melalui kepatuhan terhadap aturan dan standar operasional prosedur. ASN juga diminta untuk terus mendukung program reformasi birokrasi demi terwujudnya pelayanan publik yang akuntabel dan berkualitas.
Pasca libur panjang Idul Fitri, seluruh pegawai diimbau untuk segera mengembalikan ritme kerja secara optimal. Fokus terhadap target kinerja dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.
Momentum halal bihalal juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antarpegawai. Suasana saling memaafkan diharapkan mampu membangun budaya kerja yang harmonis, kolaboratif, dan penuh semangat kebersamaan.

Lebih lanjut, ASN Kementerian Agama diingatkan bahwa pelayanan publik harus berlandaskan nilai-nilai keagamaan, yakni memberikan layanan yang humanis, adil, dan inklusif. ASN menjadi representasi wajah negara dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh ASN untuk mengevaluasi diri atas capaian selama Ramadan serta menyusun komitmen kerja ke depan yang lebih disiplin, responsif, dan berintegritas.
Sebagai penutup, ditegaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperbaiki hubungan antarsesama (hablum minannas), memperkuat hubungan dengan Tuhan (hablum minallah), serta meningkatkan kualitas pengabdian sebagai ASN Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar. (Umi/Ida)
