
SEMARANG (Humas)– Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, memberikan pesan kuat mengenai integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) saat menyampaikan tausiyah kebangsaan di Auditorium Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran ASN Kemenag dari berbagai daerah dan menjadi momentum penting untuk penguatan nilai-nilai moral dalam pelayanan publik.
Dalam tausiyahnya, Menteri Agama menekankan bahwa ASN Kementerian Agama memikul tanggung jawab moral yang jauh lebih berat dibandingkan ASN pada umumnya. Hal itu karena mereka tidak hanya bekerja di ranah pelayanan publik, tetapi juga membawa simbol keagamaan di tengah masyarakat.
“Beban menjadi ASN Kementerian Agama sangat berat. Kita dituntut menjadi seperti malaikat, padahal kita manusia biasa. Menurut saya, jika tidak bisa menjadi seperti malaikat, maka minimal jangan menjadi seperti iblis,” ujarnya, disambut perhatian penuh oleh para peserta.
Nasaruddin Umar menegaskan bahwa setiap tindakan ASN Kemenag menjadi sorotan publik. Menurutnya, masyarakat memiliki ekspektasi tinggi terhadap instansi yang membawa nama agama, sehingga kesalahan kecil sekalipun dapat merusak kepercayaan yang telah dibangun.
“Sedikit noda di Kementerian Agama akan sangat terlihat oleh masyarakat,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta seluruh ASN Kemenag untuk menjauhkan diri dari tindakan yang melanggar etika dan hukum, termasuk penyalahgunaan wewenang.
“Sebagai ASN, jangan sampai mengambil sesuatu yang bukan hak kita, dan hindari berbagai praktik pungutan liar dan sogokan,” lanjutnya.
Tausiyah kebangsaan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi ASN Kemenag untuk terus menjaga integritas, profesionalitas, dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas pelayanan kepada umat. (umi/ida)
