
Karanganyar (Humas) – Ratusan penyuluh Agama Islam se-Solo Raya mengikuti rapat koordinasi kelompok kerja yang digelar di Ngargoyoso, Karanganyar, pada Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang penguatan kapasitas sekaligus refleksi peran penyuluh dalam menghadapi tantangan di tengah masyarakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Karanganyar, Hidayat Maskur, dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kualitas diri bagi ASN, khususnya penyuluh agama. Ia mengingatkan sejumlah karakteristik yang harus dihindari, seperti sikap enggan meningkatkan kompetensi, perilaku feodal, serta orientasi kerja yang semata-mata berfokus pada materi.
“Setiap ada pertemuan, marilah kita tinggalkan pengetahuan sebagai manusia, penyuluh, dan ASN yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Akhmad Farkhan, yang hadir sebagai narasumber, memaparkan strategi efektif dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat. Ia menjelaskan pentingnya tiga pendekatan utama, yakni etos, logos, dan patos.

Menurutnya, etos berkaitan dengan karakter dan sikap penyuluh yang harus mencerminkan keteladanan. Logos merujuk pada penguasaan materi yang disampaikan, sedangkan patos menekankan pentingnya membangun hubungan emosional yang baik dengan masyarakat.
Rakor berlangsung dinamis dan ditutup dengan sesi tanya jawab yang aktif. Dalam sesi tersebut, sejumlah peserta menyampaikan masukan, salah satunya terkait masih tingginya angka perceraian. Perlu adanya peningkatan program bimbingan pernikahan serta pembinaan remaja usia sekolah, tidak hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas pelaksanaannya. Melalui kegiatan ini, diharapkan para penyuluh Agama Islam semakin siap menjalankan peran strategisnya dalam membina masyarakat. (Umi/Ida)
