
Karanganyar (Humas) — Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Dharmika dan Sosialisasi Program RBKS di Resto Soewatu, Senin (26/10/2026). Mengusung tema “Dharmika di Tengah Keluarga: Menanamkan Dharma, Menguatkan Cinta, Mewujudkan Keluarga Sukinah”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman umat Hindu tentang penerapan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan keluarga sekaligus memperkenalkan layanan RBKS sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga.
Pembimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Eko Pujianto, dalam arahannya mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dalam pembinaan umat Hindu, khususnya dalam membangun keluarga yang harmonis.
“Dengan hadirnya para penyuluh agama Hindu serta Rumah Bina Keluarga Sukinah di Kabupaten Karanganyar, diharapkan pelayanan kepada umat Hindu dapat terlaksana dengan baik. Melalui sinergi ini, kita berharap dapat turut membangun keharmonisan keluarga dan mewujudkan kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Ihsan Muhadi, dalam sambutannya menekankan pentingnya kasih sayang, perhatian, dan komunikasi dalam membangun keluarga yang harmonis.
“Untuk mewujudkan kebahagiaan dalam rumah tangga, diperlukan kasih sayang, perhatian, dan sikap saling menghargai satu sama lain. Komunikasi yang baik di antara anggota keluarga juga menjadi hal penting dalam membangun keluarga yang harmonis dan bahagia. Melalui pembinaan ini, diharapkan para peserta memperoleh pemahaman yang bermanfaat dalam membangun keluarga yang sakinah, penuh kasih sayang, serta mampu menerapkan komunikasi dua arah yang baik,” ungkapnya.
Pada sesi penyampaian materi, Rustantiningsih memberikan pembinaan mengenai penguatan identitas Dharmika dan penerapan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan keluarga. Ia menegaskan bahwa menjadi seorang Dharmika bukan sekadar menyandang identitas, melainkan merupakan proses berkelanjutan untuk belajar, memahami, dan mengamalkan ajaran Dharma dalam kehidupan sehari-hari.

“Menjadi Dharmika bukan sekadar tentang identitas, tetapi merupakan perjalanan untuk terus belajar, memahami, dan mengamalkan Dharma dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga menjadi tempat pertama untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan melalui kejujuran, kasih sayang, sikap saling menghormati, tanggung jawab, serta komunikasi yang baik. Keharmonisan keluarga tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata dan kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten. Dengan menjadikan ajaran Dharma sebagai pedoman dalam berpikir, berbicara, dan bertindak, kita dapat membangun keluarga yang rukun, bahagia, sejahtera, dan bermakna,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, RBKS Kabupaten Karanganyar berharap pemahaman umat Hindu mengenai penerapan Dharma dalam kehidupan keluarga semakin meningkat. Sosialisasi tersebut juga diharapkan dapat memperluas pengetahuan masyarakat tentang layanan RBKS serta memperkuat kolaborasi antara keluarga, penyuluh agama Hindu, tokoh agama, pengurus pura, dan lembaga terkait.
Pengamalan Dharma melalui kasih sayang, tanggung jawab, komunikasi yang baik, dan sikap saling menghormati merupakan landasan penting dalam membangun keluarga yang harmonis. Dengan demikian, keluarga diharapkan menjadi tempat tumbuhnya kebahagiaan, penanaman nilai-nilai luhur, serta pembentukan generasi yang berkarakter. (Umi/Ida)
