
Karanganyar (Humas) – Penghulu memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaan tugas penghulu tidak hanya menuntut kompetensi profesional, tetapi juga integritas moral dan tanggung jawab spiritual dalam setiap amanah yang dijalankan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Ihsan Muhadi, saat memberikan pembinaan kepada penghulu se-Kabupaten Karanganyar, Kamis (22/10/2026). Ia menegaskan bahwa jabatan penghulu merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Jabatan penghulu adalah amanah spiritual, amanah profesional, dan amanah moral yang harus dijaga,” jelasnya.
Menurutnya, kesadaran terhadap amanah tersebut menjadi landasan penting bagi penghulu dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual, profesionalisme, dan moralitas, penghulu diharapkan mampu menjalankan tugas secara bertanggung jawab, memberikan pelayanan yang optimal, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan Kementerian Agama.
Selain menjaga integritas, Ihsan Muhadi juga mengingatkan para penghulu agar terus mengembangkan wawasan dan pengetahuan. Peningkatan kapasitas diri menjadi kebutuhan penting agar penghulu mampu menghadapi dinamika persoalan keagamaan dan memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Jangan malu untuk bertanya, belajar, dan berdiskusi. Karena keluasan ilmu akan sangat dibutuhkan,” tuturnya.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya budaya belajar sepanjang hayat bagi setiap penghulu. Melalui kebiasaan berdiskusi, bertukar pengalaman, dan memperluas pengetahuan, penghulu diharapkan semakin percaya diri dalam menjalankan tugas serta mampu memberikan bimbingan dan pelayanan keagamaan yang tepat, berkualitas, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Pembinaan ini menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik harus berjalan seiring dengan penguatan integritas dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Dengan demikian, penghulu tidak hanya menjalankan tugas administratif dan keagamaan, tetapi juga hadir sebagai pelayan masyarakat yang amanah, berilmu, dan berintegritas. (Umi/Ida )
