
Karanganyar (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karanganyar, Ihsan Muhadi, menekankan pentingnya peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk moral dan karakter peserta didik. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan dan pembinaan Sosialisasi ZIS bagi Guru PAI, Rabu (20/8/2026).
Menurut Ihsan, Guru PAI tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran agama, tetapi memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk kepribadian dan masa depan anak. Setidaknya terdapat tiga peran penting yang harus dijalankan oleh Guru PAI, yakni sebagai agen transformasi moral, penjaga akidah anak, dan arsitek karakter anak.
“Guru PAI memiliki peran yang sangat penting seperti menjadi agen transformasi moral, penjaga akidah anak, serta arsitek karakter anak untuk masa depan,” jelasnya.
Namun, dalam menjalankan peran tersebut, Guru PAI dihadapkan pada berbagai tantangan. Di antaranya adalah krisis karakter dan moralitas, kuatnya pengaruh media sosial, serta semakin terjadinya degradasi adab di kalangan generasi muda.
Kondisi tersebut menuntut Guru PAI untuk terus meningkatkan kualitas diri. Ihsan menegaskan bahwa sebelum memberikan pembelajaran kepada peserta didik, seorang guru harus terlebih dahulu memiliki kualitas ilmu dan akhlak yang baik.

“Maka dari itu, sebelum mengajar Guru PAI harus terlebih dahulu memiliki kualitas ilmu dan akhlak yang baik,” jelasnya.
Ia berharap Guru PAI dapat menjadi teladan bagi peserta didik, baik dalam penguasaan ilmu maupun dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Keteladanan guru dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam membentuk karakter anak di tengah berbagai tantangan zaman.
Pada bagian akhir pembinaannya, Ihsan juga mengingatkan pentingnya membersihkan rezeki melalui zakat. Ia mengajak para guru untuk menunaikan zakat sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya menyucikan harta, salah satunya melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Dengan penguatan ilmu, akhlak, dan kepedulian sosial, Guru PAI diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam akidah, berkarakter, dan berakhlak mulia. (Umi/Ida )
