Karanganyar — Penyelenggara Kristen Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karanganyar menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Lomba Mata Pelajaran Agama Kristen (MAPAK) pada Rabu (24/9) bertempat di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Karanganyar. Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk menyatukan visi dan langkah dalam menyukseskan pelaksanaan lomba yang akan melibatkan pelajar dan guru Pendidikan Agama Kristen dari berbagai jenjang.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh PLT Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Nugroho, S.Sos., M.Hum., Penyelenggara Kristen Kemenag Karanganyar, serta para guru Pendidikan Agama Kristen. Dalam sambutannya, Nugroho menyampaikan pentingnya kesiapan menyeluruh dari semua unsur demi kelancaran kegiatan lomba. “Kegiatan lomba ini akan berjalan dengan lancar jika disertai dengan niat yang kuat, semangat yang tinggi, kompetensi atau skill yang memadai, serta kesiapan dari segi materi,” ujarnya.
Lomba MAPAK sendiri merupakan ajang yang dirancang untuk mendukung penguatan Pendidikan Agama Kristen di lingkungan sekolah. Selain menjadi wadah bagi peserta didik untuk menunjukkan pemahaman dan penghayatan terhadap ajaran agama, kegiatan ini juga mendorong pengembangan bakat serta pembentukan karakter religius yang seimbang. Lomba ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar agama yang menyenangkan dan bermakna.
Tak hanya memberikan dampak positif bagi siswa, Lomba MAPAK juga menjadi motivasi kuat bagi para guru Pendidikan Agama Kristen. Dengan adanya kegiatan ini, para pendidik terdorong untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran serta memperkaya metode pembelajaran agar lebih relevan dan inspiratif. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembina karakter dan spiritualitas peserta didik.
Rencananya, Lomba MAPAK tingkat Kabupaten Karanganyar akan digelar pada 7 Oktober 2025 di GKJ Karanganyar. Sementara itu, para juara dari lomba tingkat kabupaten akan melaju ke ajang Lomba MAPAK tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan diselenggarakan pada 17 Oktober 2025 di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Sangkakala, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara sekolah, gereja, dan pemerintah dalam membina generasi muda Kristen yang beriman dan berintegritas. (umi/ida)
