Karanganyar – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1446 H, MTs Negeri 1 Karanganyar mengadakan kegiatan Pesantren Ramadhan pada Selasa-Kamis, 18-20 Maret 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan, sekaligus menggali potensi serta meningkatkan kompetensi peserta didik dalam bidang keagamaan.
Pesantren Ramadhan diawali dengan shalat Dhuha berjamaah, dilanjutkan dengan dzikir Asmaul Husna dan Khotmil Qur’an. Suasana khusyuk dan penuh keimanan tampak menyelimuti peserta didik serta seluruh warga madrasah yang mengikuti kegiatan tersebut.
Selain ibadah, kegiatan juga diramaikan dengan berbagai lomba antar kelas, di antaranya lomba Adzan, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Pidato Bahasa Indonesia, Da’i Muda, dan Kaligrafi. Lomba-lomba ini menjadi ajang bagi peserta didik untuk menunjukkan bakat serta kemampuan mereka dalam bidang keagamaan. Selain sebagai sarana syiar Islam, kompetisi ini juga bertujuan untuk menjaring bibit unggul yang berpotensi mewakili madrasah dalam berbagai perlombaan di tingkat yang lebih tinggi.
Tak hanya itu, dalam semangat berbagi di bulan suci, madrasah juga mengadakan pengumpulan zakat fitrah dari guru, pegawai, dan peserta didik. Zakat yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada warga madrasah yang kurang mampu serta masyarakat di lingkungan sekitar, sebagai bentuk kepedulian sosial dan pengamalan ajaran Islam dalam berbagi dengan sesama.
Kepala MTs Negeri 1 Karanganyar, Bapak Aris Triyanto, S. Pd, M. Hum, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh peserta didik dan warga madrasah dalam mengikuti Pesantren Ramadhan ini. “Kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter dan peningkatan kompetensi siswa dalam bidang keagamaan. Harapannya, dengan kegiatan ini, siswa semakin cinta kepada Al-Qur’an, terbiasa beribadah dengan disiplin, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ujarnya.
Dengan diselenggarakannya Pesantren Ramadhan 1446 H, MTs Negeri 1 Karanganyar berharap dapat semakin memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, serta karakter religius peserta didik, sehingga mereka dapat menjadi generasi yang berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan di masa depan.