Karanganyar – Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, KH. Romo R.M. Syafii, melaksanakan kunjungan kerja ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Karanganyar pada Jumat (24/1/2026). Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan peresmian Masjid Al Barru serta pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan MAN 1 Karanganyar.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Syaiful Mudjab; Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Hidayat Maskur; Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penma), Siti Muzayyanah; Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jawa Tengah, M. Rusdiyanto; serta jajaran pejabat dan civitas akademika MAN 1 Karanganyar.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Agama menekankan pentingnya peran guru sebagai pendidik yang tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membimbing dan membentuk karakter peserta didik. Mengutip konsep Ihya Ulumuddin, KH. Romo R.M. Syafii menyampaikan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai pembimbing spiritual yang menyucikan jiwa murid serta menjadi teladan (uswah hasanah) dalam kehidupan sehari-hari.
“Guru bukan hanya sebagai pengajar ilmu, tetapi sebagai pembimbing spiritual yang menyucikan jiwa murid. Guru bertindak sebagai figur teladan (uswah) yang wajib mengamalkan ilmunya, mengajar dengan kasih sayang, sabar, serta bertujuan mencari rida Allah, bukan materi.” tegasnya.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa pembentukan karakter melalui penguatan akhlak mulia merupakan pondasi utama dalam mencetak generasi muda yang unggul, baik secara intelektual maupun moral. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kualitas etika dan kepribadian peserta didik.
Peresmian Masjid Al Barru menjadi momentum penting bagi MAN 1 Karanganyar dalam memperkuat pembinaan keagamaan. Masjid tersebut diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan ibadah, pembelajaran, serta penguatan nilai-nilai keislaman dan akhlakul karimah bagi seluruh warga madrasah.
Dengan adanya masjid ini, MAN 1 Karanganyar diharapkan semakin mampu mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai moderasi beragama yang diusung oleh Kementerian Agama. (umi/ida)
