Karanganyar — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karanganyar menggelar kegiatan pembinaan dan penyerahan hadiah kepada para juara Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat kabupaten pada Senin (29/9). Kegiatan ini berlangsung dalam suasana semangat dan penuh apresiasi, diikuti oleh para pengawas madrasah, kepala madrasah, serta pendamping dan peserta OMI tingkat provinsi yang akan mewakili Kabupaten Karanganyar.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa-siswi yang berhasil meraih juara di tingkat kabupaten menerima penghargaan sebagai bentuk motivasi untuk melangkah ke tahap selanjutnya. Selain itu, mereka juga mendapatkan pembinaan langsung untuk mempersiapkan diri menghadapi OMI tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Karanganyar sendiri mengirimkan sebanyak 33 siswa-siswi terbaiknya untuk berpartisipasi dalam ajang bergengsi tersebut.
Pelaksanaan OMI tingkat provinsi akan dimulai pada 1 Oktober 2025 dengan acara pembukaan, dan dilanjutkan dengan lomba yang berlangsung selama dua hari. Pada tanggal 2 Oktober, peserta dari jenjang MI/SD dan MA/SMA akan mengikuti kompetisi, sementara peserta dari jenjang MTs/SMP dijadwalkan bertanding pada 3 Oktober 2025. Ajang ini menjadi momentum penting dalam memacu semangat belajar dan berprestasi siswa madrasah.
Selama sesi pembinaan, para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan tantangan dan kendala yang mereka hadapi selama proses persiapan. Hal ini mendapat perhatian serius dari jajaran Kemenag Karanganyar sebagai bentuk komitmen untuk memberikan dukungan maksimal kepada para duta madrasah. Diskusi dua arah tersebut diharapkan mampu menggali kebutuhan siswa secara lebih mendalam, sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan ke depan.
Kepala Kantor Kemenag Karanganyar, Hidayat Maskur, dalam arahannya menegaskan bahwa OMI bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana strategis untuk mencetak generasi unggul yang mampu memadukan nilai-nilai keislaman dan ilmu pengetahuan.
“Apa yang disampaikan siswa-siswi ini untuk segera ditampung, dan kemudian ditingkatkan pada bagian yang dirasa masih kurang. Kami berharap Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga menjadi wahana lahirnya generasi pemikir yang mampu mengintegrasikan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan secara harmonis,” ujarnya. (umi/ida)
