Karanganyar –
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kegiatan ini diikuti oleh para penghulu dan penyuluh agama dari 15 provinsi di Indonesia. Salah satu peserta yang berkesempatan mengikuti pelatihan ini adalah Penyuluh Agama Islam KUA Mojogedang, Herawati Suyatno P.
Bimtek yang berlangsung pada 25-28 Februari 2025 di Jakarta ini bertujuan untuk membekali para fasilitator dengan ilmu dan keterampilan dalam mendampingi remaja usia sekolah. “Selama empat hari, peserta belajar berbagai materi mulai dari Filosofi BRUS, Dinamika Perkembangan Remaja, Pencegahan Kawin Anak, hingga micro teaching,” ujar salah satu panitia penyelenggara.
Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk praktik langsung dalam mendampingi remaja. Mereka diajak memahami cara mengenali diri, membangun konsep diri yang positif, serta merumuskan prinsip hidup. Selain itu, mereka juga dilatih untuk memahami berbagai permasalahan yang dihadapi remaja, faktor penyebabnya, dan solusi yang dapat diterapkan.
Dirjen Bimas Islam, Prof. Abu Rokhmad, M.Ag., menekankan pentingnya program ini dalam membentuk generasi muda yang sehat dan berkarakter sesuai dengan ajaran Islam. “Program BRUS dirancang agar remaja memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk menghadapi tantangan hidup. Dengan bimbingan yang tepat, mereka dapat tumbuh menjadi individu yang tangguh,” katanya.
Lebih lanjut, Prof. Abu Rokhmad juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak. “Jadikan keluarga itu sebagai keluarga yang tangguh, tidak ada KDRT, tidak ada stunting, apalagi sampai kemudian keluarga itu berpisah. Untuk sampai pada keluarga tangguh, pintunya adalah Bimbingan Remaja Usia Sekolah,” tegasnya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para penyuluh agama dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk membimbing para remaja di daerah masing-masing. “Saya sangat bersyukur bisa mengikuti Bimtek ini. Ilmu yang saya dapatkan akan saya terapkan dalam membimbing remaja di Mojogedang agar mereka lebih siap menghadapi masa depan,” ungkap Herawati Suyatno P. Penyuluh PAIF Mojogedang. (ida/sua)