Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Karanganyar menggelar Rapat Koordinasi Evakuasi Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Binwin) Dan Keluarga Sakinah, Rabu (29/10). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala KUA se-Kabupaten Karanganyar, serta fasilitator Bimbingan Perkawinan Kabupaten Karanganyar.
Kepala KanKemenag Karanganyar Hidayat Maskur dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras demi terselenggaranya Bimwin dengan baik.
“Kita semua memahami bahwa tantangan kehidupan rumah tangga ke depan semakin kompleks. Perkembangan teknologi, misalnya, menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai. Selain itu, faktor ekonomi juga menjadi tantangan tersendiri. Salah satu contohnya adalah maraknya praktik judi online yang kini semakin mengkhawatirkan dan dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan keluarga”,ujarnya.

Lebih lanjut Hidayat Maskur mengatakan meskipun hal-hal tersebut tidak secara khusus tercantum dalam kurikulum Binwin, namun Kementerian Agama tetap berkomitmen untuk memfasilitasi pelaksanaan pembinaan bagi para calon pengantin, agar memiliki pemahaman yang komprehensif serta kesiapan yang matang dalam menghadapi beragam tantangan kehidupan rumah tangga di masa mendatang.
Kasi Bimas Islam H.Ruslan mengatakan bahwa untuk mewujudkan Bimbingan Perkawinan akan dibutuhkan kerja sama dan semangat gotong-royong dari semua pihak.
“salah satu upaya dalam mempertahankan keutuhan rumah tangga adalah dengan memnberikan bimbingan perkawinan (Binwin) bagi calon pengantin. Melalui kegiatan tersebut, calon pengantin diharapkan dapat emmbangun dan mengelola rumah tanggga dengan baik”,tuturnya.
Berdasarkan hasil evaluasi didapatkan hasil bahwa pasangan yang mengikuti bimbingan perkawinan sampai tanggal 28 Oktober 2025 adalah 847 pasang. Angka ini masih jauh dari target di Tahun 2025 yaitu sebanyak 1.660 pasang.(Umi/Ida)
