
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-108, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar melaksanakan apel pagi pada Selasa (18/11). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang sejarah Kabupaten Karanganyar. Suasana apel berlangsung khidmat dengan penuh semangat kebersamaan dan nasionalisme.
Kasubbag TU, Muhamad Rusdiyanto, bertindak sebagai pembina apel sekaligus membacakan sejarah terbentuknya Kabupaten Karanganyar. Dalam amanatnya, ia menyampaikan berbagai catatan penting mengenai proses lahirnya kabupaten tersebut, termasuk peran besar Raden Mas Said atau Mangkunegoro I sebagai tokoh sentral dalam sejarah Karanganyar. Penjelasan tersebut memberikan pemahaman mendalam kepada para peserta apel mengenai akar sejarah daerah mereka.
Rusdiyanto menekankan filosofi perjuangan Raden Mas Said yang dikenal dengan sambernyawa spirit, yaitu semangat pantang menyerah, cinta tanah air, serta keberanian memperjuangkan kebenaran. Menurutnya, nilai-nilai tersebut telah menginspirasi lahirnya Pura Mangkunegaran dan menjadi fondasi terbentuknya pemerintahan modern di wilayah Karanganyar. “Filosofi perjuangan R.M. Said memberikan energi perjuangan yang relevan hingga saat ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa makna filosofi tersebut dalam konteks masa kini adalah pentingnya menumbuhkan jiwa patriotik serta semangat gotong royong dalam penyelenggaraan pemerintahan. Nilai-nilai ini diperlukan untuk memperkuat pelayanan publik dan menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang semakin dinamis. Ia juga mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan semangat tersebut sebagai pedoman dalam bekerja.
Pada akhir amanat, Rusdiyanto mengimbau seluruh peserta apel untuk terus memperbarui diri dan berinovasi demi kemajuan masyarakat Kabupaten Karanganyar. Dengan membawa semangat perjuangan para pendahulu, ia berharap peringatan Hari Jadi ke-108 ini mampu menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun Karanganyar yang lebih maju, religius, dan berdaya saing. Apel kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. (umi/ida)
