Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar menggelar kegiatan Penguatan Early Warning System pada Selasa (17/11). Kegiatan ini diikuti oleh para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Karanganyar serta para penyuluh agama Islam.
Dalam sambutannya, Kasi Bimas Islam, H. Ruslan, menegaskan pentingnya kemampuan deteksi dini terhadap potensi konflik sosial, khususnya yang bernuansa keagamaan. Menurutnya, gesekan kecil dalam kehidupan bermasyarakat dapat berkembang menjadi konflik besar apabila tidak segera dikelola dengan tepat.
“Early warning system merupakan unsur vital dalam mendeteksi potensi konflik sosial bernuansa keagamaan. Sinergi yang kuat antara penyuluh, penghulu, dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar potensi konflik dapat teridentifikasi dengan cepat dan dicegah secara tepat, sehingga harmoni umat tetap terjaga.” tuturnya.

Kepala Kantor Kemenag Karanganayar Hidayat maskur hadir sebagai pemateri dalam acara tersebut menyampaikan deteksi dini konflik keagamaan dilakukan melalui beberapa tahap.
“Deteksi dini konflik dilakukan dari pengumpulan data, pengolahan data, menyajikan data yang memuat seberapa besar potensi konflik terjadi”, jelasnya.
Lebih lanjut kakankemenag Karanganyar menjelaskan cegah dini konflik keagamaan dapat dilakukan dengan melakukan penyuluhan atau bimbingan, pelatihan, dialog, advokasi dan tindakan yang perlu untuk dilakukan. (umi/ida)
