Karanganyar — Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Karanganyar mendorong penguatan peran perempuan Hindu dalam kehidupan keluarga, organisasi, keagamaan, dan masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Pura Margoloka dan Pura Agung Amertasari yang berlangsung di Pura Margoloka, Trengguli, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua, jajaran pengurus, dan anggota WHDI dari Pura Margoloka dan Pura Agung Amertasari. Turut hadir Ketua WHDI Kabupaten Karanganyar, Ngatini, serta Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Karanganyar, Sri Wagini dan Ni Luh Dewi Ayu Lestari.
Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Karanganyar, Sri Wagini, menyampaikan bahwa perempuan Hindu memiliki kedudukan dan peran penting dalam membangun keluarga yang harmonis sekaligus menjadi bagian aktif dalam kehidupan sosial dan keagamaan.
Menurutnya, perempuan tidak hanya berperan sebagai ibu dan pendamping keluarga, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menanamkan nilai-nilai Dharma kepada anak-anak serta membangun suasana kehidupan keluarga yang dilandasi nilai keagamaan.
“Perempuan memiliki peran yang sangat penting, baik sebagai ibu, pendamping keluarga, maupun sebagai bagian dari masyarakat. Melalui peran tersebut, wanita Hindu dapat menjadi penggerak dalam menanamkan nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Sri Wagini.
Ia menambahkan bahwa penguatan sradha dan bhakti hendaknya tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan keagamaan di pura, tetapi diwujudkan dalam perilaku dan tindakan sehari-hari. Nilai-nilai Dharma dapat diterapkan melalui sikap saling menghormati, menjaga keharmonisan keluarga, melaksanakan kewajiban dengan penuh tanggung jawab, serta membangun hubungan yang baik dengan sesama.

“Pengamalan ajaran Dharma dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Ketika nilai-nilai agama diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka keluarga dapat menjadi tempat pertama dalam membentuk karakter dan menanamkan kebajikan kepada generasi berikutnya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua WHDI Kabupaten Karanganyar, Ngatini, menekankan pentingnya kebersamaan dan kekompakan antaranggota WHDI. Ia menyampaikan bahwa WHDI tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang bagi perempuan Hindu untuk belajar, meningkatkan pengetahuan, memperkuat sradha dan bhakti, serta mengembangkan potensi diri.
“WHDI bukan hanya sebagai wadah berkumpulnya para wanita Hindu, tetapi juga sebagai tempat untuk belajar, meningkatkan pengetahuan, memperkuat sradha dan bhakti, serta bersama-sama memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” tutur Ngatini.
Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Karanganyar, Ni Luh Dewi Ayu Lestari, turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Kehadiran penyuluh di tengah-tengah umat menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pendampingan keagamaan, khususnya dalam mendorong peningkatan pemahaman serta pengamalan ajaran Hindu dalam kehidupan sehari-hari.
Pertemuan WHDI Pura Margoloka dan Pura Agung Amertasari berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi sarana mempererat tali persaudaraan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antarkelompok WHDI.
Melalui kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Karanganyar berharap WHDI semakin aktif menjadi mitra dalam pembinaan umat dan pemberdayaan perempuan Hindu. Sinergi antara WHDI, penyuluh agama, pengurus pura, dan umat diharapkan dapat terus dikembangkan untuk menciptakan kehidupan keagamaan yang harmonis serta memberikan kontribusi positif bagi keluarga dan masyarakat.
Kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana memperkuat persaudaraan, meningkatkan kekompakan organisasi, serta mendorong perempuan Hindu untuk semakin aktif mengimplementasikan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari. (Umi/Ida)

