Magang di Madrasah, Mahasiswa UIN Raden Mas Said Peroleh Pengalaman Praktis dan Kompetensi Kerja
Dipublikasikan pada: October 2, 2026 | Oleh: editor

Karanganyar (Humas) — Program magang mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta di sejumlah madrasah di Kabupaten Karanganyar memberikan manfaat nyata dalam memperkuat pengalaman dan kompetensi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Kegiatan tersebut ditandai dengan penarikan mahasiswa magang pada Rabu (30/9/2026).
Pengawas Madrasah, Arif Budi Santoso, mengapresiasi UIN Raden Mas Said Surakarta yang telah mempercayakan madrasah di Kabupaten Karanganyar sebagai tempat pelaksanaan magang bagi para mahasiswa.
Menurutnya, kegiatan magang tidak sekadar menjadi bagian dari pemenuhan kurikulum akademik, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam lingkungan kerja secara langsung, khususnya di madrasah.
“Magang tidak hanya untuk pemenuhan kurikulum, tetapi sebagai jembatan untuk mengimplementasikan ilmu yang diterima di bangku kuliah ke lingkungan kerja, khususnya madrasah,” jelas Arif.
Melalui keterlibatan secara langsung di lingkungan madrasah, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memahami berbagai aktivitas pengelolaan lembaga pendidikan sekaligus mengembangkan keterampilan yang tidak seluruhnya diperoleh melalui pembelajaran di kelas.

Hal tersebut dirasakan oleh Muhammad Hibzi, salah satu mahasiswa magang. Ia menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan untuk belajar dan memperoleh pengalaman secara langsung di madrasah.
“Kami banyak menambah pengalaman, salah satunya yaitu manajemen madrasah, perpustakaan, serta pengelolaan media,” jelasnya.
Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengenali dinamika lingkungan kerja, meningkatkan kemampuan beradaptasi, serta menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan praktis di lapangan.
Di sisi lain, kehadiran mahasiswa magang juga menjadi ruang interaksi dan pertukaran pengalaman antara perguruan tinggi dan madrasah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat bagi penguatan kompetensi mahasiswa sekaligus mendukung pengelolaan pendidikan di madrasah.
Penarikan mahasiswa magang ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan, sekaligus menjadi refleksi atas berbagai pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama berada di madrasah. Program magang diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memberikan bekal lebih kontekstual bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. (Umi/Ida)